Terapi Ion

Mungkin pembaca pernah melihat ulasan terapi ion seperti ini https://www.liputan6.com/news/read/130491/dusta-di-balik-bisnis-sedot-racun tak mengapa saya sendiri yang telah membuktikannya dimana pak guru tenis meja mengalami gangguan kesehatan yang sangat parah sehingga berobat ke medis ke alternatif dan lain sebagainya.


Gannguan yang dialami beliau dengan gejala bicara ngelantur tidak tahu arah pembicaraan, pusing, badan tidak bertenaga, insomnia, berhalusinasi, kaki terasa nyeri saat berjalan semacam plantar fasciitis, hampir satu bulan tidak kunjung mendapat kondisi baik.


Lalu saya rukyah syar'iyyah alhamdulillah sudash bisa tidur pulas tapi gejala diatas masih banyak. Beliau berobat ke medis diberi vitamin penambah darah dsb masih belum  terkondisikan. Beliau juga minum ramuan air kelapa muda dan herbal lainnya.


Ketika itu beliau datang ke rumah lalu minta terapi ion, badannya  yang kurus kering, kaki direndam ke dalam bak selama 1 jam, air berubah menjadi seperti lumpur kehitaman. Setelah selesai kaki dicuci beliau saya dorong untuk memberanikan diri berdiri. Dengan ragu-ragu beliau berdiri lalu katanya "wing enteng" digerakkan badannya senam kecil tangan diputar ke depan ke belakang. Lalu saya persilakan turun undak-undakan lalu duduk dihalaman tempat terapi.


Alhamdulillah sampai sekarang beliau sudsah beraktifitas normal seperti sedia kala sehat bekerja dengan baik. 


Lalu kenapa terjadi kontraproduktif antara medis dan alternatif bukankah bidangnya berbeda-beda? Lalu apa yang dimaksud kalangan medis terapi ion sebagai bentuk penipuan.


Secara ilmiah medis-pun mengerti benar bahwa racun dalam tubuh adalah semua yang berlebih mulai dari kolesterol, gula, asam urat, trigliserida endapan kotoran yang menempel di dinding usus, bahkan asam lambung penyebab magh ataupun batu ginjal batu empedu semua residu organik kimia dari obat-obatan medis, jamu yang mengotori ginjal dan sebagainya. Di sini saya tidak berpihak kepada suatu hal karena ini sifatnya ilmiah.


Secara diagnosis medis kondisi asam urat beliau sudah sangat tinggi sehingga menyumbat aliran darah bahkan sampai ke sistem saraf. Seperti yang kita ketahui bahwa asam urat sendiri tidaklah dapat diurai dengan mudah dengan obat-obatan medis saat ini. Asam urat juga tidak dapat diubah menjadi tenaga atau energi berbeda dengan gula, kolesterol, dan trigliserida. Buktikan saja sendiri dan hitung berapa uang yang anda keluarkan untuk mengurangi kadar asam urat dengan pengobatan barat.


Setelah terapi ion beliau cek diagnosa asam urat sudah turun lumayan ternyata kondisi badan malahan tambah bertenaga tidak nyeri rasa pegal hilang tingkat kesadaran tinggi. Lho apa yang terjadi?


Nah inilah yang kita sebut persaingan bisnis kesehatan. Jika mengacu pola pengobatan barat maka tindakan alternatif ini tidak dibenarkan secara hukum mereka, lihat kesehatan dan FDA USA. Dengan kata lain kesehatan bahkan nyawa anda hanya boleh ditolong oleh medis barat yang memiliki rekomendasi dan bersertifikat menurut aturan baku yang mereka buat.


Pola Osmosis Difusi

Terapi ion bekerja dengan pola osmosis difusi, apa  itu osmosis difusi? 

Pergerakan zat dan air di bagian-bagian tubuh melibatkan transpor pasif, yang tidak membutuhkan energi terdiri dari difusi dan osmosis,dan transporaktif yang membutuhkan energi ATP yaitu pompa Na-K. Osmosis adalah bergeraknya molekulmelalui membran semipermeabeldari larutan berkadar lebih rendah menuju larutan berkadar lebih tinggi hingga kadarnya sama. Seluruh membran sel dan kapiler permeabel terhadap air, sehingga tekanan osmotik cairan tubuh seluruh kompartemen sama. Tekanan osmotik plasma darah ialah 270-290 mOsm/L4.

Difusi ialah proses bergeraknya molekul lewat pori-pori. Larutan akan bergerak dari konsentrasi tinggi ke arah larutan berkonsentrasi rendah. Difusi tergantung kepada perbedaan konsentrasi dan tekanan hidrostatik.Pompa natrium kalium merupakan suatu proses transpor yang memompa ion natrium keluar melalui membran sel dan pada saat bersamaan memompa ion kalium dari luar ke dalam 1,4.

Berikut merupakan beberapa mekanisme pengaturan keseimbangan cairan dan elektrolit antar kompartemen.

1. Keseimbangan Donnan

Keseimbangan Donnan merupakan keseimbangan antara cairan intraseluler dengan cairan ekstraseluler yang timbul akibat adanya peran dari sel membran. Protein yang merupakan suatu molekul besar bermuatan negatif, bukan hanya ukuran molekulnya yang besar namun merupakan suatu partikel aktif yang berperan mempertahankan tekanan osmotik. Protein ini tidak dapat berpindah, tetapi akan mempengaruhi ion untuk mempertahankan netralitas elektron (keseimbangan muatan positif dan negatif) sebanding dengan keseimbangan tekanan osmotik di kedua sisi membran. Pergerakan muatan pada ion akan menyebabkan perbedaan konsentrasi ion yang secara langsung mempengaruhi pergerakan cairan melalui membran ke dalam dan keluar dari sel tersebut1,3,4.

2. Osmolalitas dan Osmolaritas

Osmolalitas digunakan untuk menampilkan konsentrasi larutan osmotik berdasarkan jumlah partikel, sehubungan dengan berat pelarut. Lebih khusus, itu adalah jumlah osmol disetiap kilogram pelarut. Sedangkan osmolaritas merupakan metode yang digunakan untuk menggambarkan konsentrasi larutan osmotik. Hal ini  5 didefinisikan sebagai jumlah osmol zat terlarut dalam satu liter larutan. Osmolaritas adalah properti koligatif, yang berarti bahwa tergantung pada jumlah partikel terlarut dalam larutan. Selain itu osmolaritas juga tergantung pada perubahan suhu 1,4.

3. Tekanan Koloid Osmotik

Tekanan koloid osmotik merupakan tekanan yang dihasilkan oleh molekul koloid yang tidak dapat berdifusi, misalnya protein, yang bersifat menarik air ke dalam kapiler dan melawan tekanan filtrasi. Koloid merupakan molekul protein dengan berat molekul lebih dari 20.000-30.000. Walaupun hanya merupakan 0,5% dari osmolalitas plasma total, namun mempunyai arti yang sangat penting. Karena, hal ini menyebabkan permeabilitas kapiler terhadap koloid sangat kecil sehingga mempunyai efek penahan air dalam komponen plasma, serta mempertahankan air antar kompartemen cairan di tubuh. Bila terjadi penurunan tekanan koloid osmotik, akan menyebabkan timbulnya edema paru3,4.

4. Kekuatan Starling (Starling’s Forces)

Tekanan koloid osmotik plasma kira-kira 25 mmHg sedang tekanan darah 36 mmHg pada ujung arteri dari kapiler darah dan 15 mmHg pada ujung vena. Keadaan ini menyebabkan terjadinya difusi air dan ion-ion yang dapat berdifusi keluar dari kapiler masuk ke cairan interstisiil pada akhir arteri dan reabsorsi berkisar 90% dari cairan ini pada akhir arteri dan reabsosrsi berkisar 90% dari cairan ini pada ujung venous3,4.

Sistem Pengaturan Cairan Tubuh

Dalam kondisi normal, cairan tubuh stabil dalam petaknya masing-masing. Apabila terjadi perubahan, tubuh memiliki sistem kendali atau pengaturan yang bekerja untuk mempertahankannya. Mekanisme pengaturan dilakukan melalui 2 cara, yaitu kendali osmolar dan kendali nonosmolar.

a. Kendali Osmolar

Mekanisme kendali ini dominan dan efektif dalam mengatur volume cairan ekstraseluler.

Terjadi melalui:

1. Sistem osmoreseptor hipothalamus-hipofisis-ADH

Osmoreseptor terletak pada hipotalamus anterior bagian dari nukleus supra optik. Terdiri dari vesikel yang dipengaruhi osmolaritas cairan ekstraseluler. Bila osmolaritas cairan meningkat, vesikel akan mengeriput. Sebaliknya bila osmolaritas cairan menurun, vesikel akan mengembang sehingga impuls yang dilepas dari reseptor akan berkurang. Impuls ini nantinya merangsang hipofisis posterior melepaskan ADH. Jadi semakin rendah osmolaritas suatu cairan ekstraseluler, semakin sedikit ADH yang dilepaskan. ADH berperan untuk menghemat air dengan meningkatan reabsorbsi 1,6.

2. Sistem Renin-Angiotensin-Aldosteron

Mekanisme pengaturannya melalui pengaturan ekskresi Na pada urin melalui interaksi antara aktivitas ginjal dengan hormon korteks adrenal. Lebih dari 95% Na direabsorbsi kembali oleh tubulus ginjal. Korteks adrenal merupakan faktor utama yang menjaga volume cairan ekstraseluler melalui hormon Aldosteron terhadap retensi Na. Pelepasan renin dipengaruhi oleh baroreseptor ginjal. Konsep Makula lutea, yang tergantung pada perubahan Na di tubulus distalis. Bila Na menurun, volume tubulus menurun, sehingga mengurangi kontak makula dengan sel arteriol. Akibatnya terjadi pelepasan renin. Renin akan membentuk Angiotensin I di hati yang kemudian oleh converting enzim dari paru diubah menjadi Angiotensin II sebagai vasokonstriktor dan merangsang kelenjar supra renal menghasilkan aldosteron. 

Peranan Angiotensin II adalah untuk mempertahankan tekanan darah bila terjadi penurunan volume sirkulasi dan Aldosteron akan meningkatkan reabsorbsi Na yang menyebabkan retensi air 1,4,6.

b. Kendali Non Osmolar

Mekanisme kendali ini meliputi beberapa cara sebagai berikut:

1. Refleks “Stretch Receptor”

Pada dinding atrium jantung terdapat reseptor stretch apabila terjadi dilatasi atrium kiri. Bila reseptor ini terangsang, maka akan timbul impuls aferen melalui jalur simpatis yang akan mencapai hipotalamus. Kemudian akibat aktivitas sistem hipotalamushipofisis akan disekresikan ADH 1,4,6.

2. Refleks Baroreseptor

Bila tekanan darah berkurang, baroreseptor karotid akan terangsang sehingga menyebabkan impuls aferen yang melalui jalur parasimpatis menurun. Akibatnya, terjadi hambatan efek hipotalamus terhadap hipofisis sehingga sekresi ADH meningkat. Bila terjadi peningkatan tekanan darah, impuls aferen akan mempengaruhi hipotalamus yang akan menginhibisi hipofisis posterior sehingga sekresi ADH berkurang 2,6.


Mudahnya apakah di kaki terdapat banyak kelenjar keringat yang sewaktu-waktu digunakan untuk membuang toksin melewati kulit. Maka jawaban pastinya YA!


Manfaat yang dapat dirasakan dari penggunaan ALAT TERAPI ION ELEKTRIK RENDAM KAKI (DETOX) :

Menghilangkan jerawat

Menghaluskan kulit

Memperbaiki fungsi ginjal dan hati

Melancarkan sirkulasi darah

Membuang lemak berlebih

Mengurangi radang sendi rematik, nyeri otot, pegal-pegal

Menormalkan asam urat

Kolestrol diabetes/migran vertigo

Meningkatkan konsentrasi dan daya ingat

Mengatasi masalah kewanitaan

Adapun perubahan warna pada media air mengindikasikan asal dari racun/toksin yang telah dikeluarkan dari dalam tubuh.

Kuning kehitaman : Toksin yang dikeluarkan dari saluran ginjal

Kuning kemerahan : Asam urat

Kuning berminyak : Kolestrol

Coklat abu-abu : Empedu

Hijau tua : Pundi Empedu

Busa putih : Kelenjar Limpa

Busa gelembung : Asam Lambung

Partikel putih keju : Ortroprosis Tulang

Bercak hitam : Logam Berat

Bercak merah : Partikel darah merah


Agar memperoleh hasil yang maksimal dalam setiap kali menggunakan ALAT TERAPI ION ELEKTRIK RENDAM KAKI (DETOX), pasien diharuskan :

Penggunaan alat terapi ion elektrik rendam kaki harus sesudah makan dan ketika penggunaannya pasien diwajibkan meminum air putih untuk membantu ion positif dan negatif mengencerkan racun/toksin yang mengendap di dalam tubuh.

Waktu yang ideal dalam setiap kali menggunakan alat terapi ion elektrik rendam kaki ialah 20-30 menit, selama 12 hari berturut-turut dan untuk selanjutnya dapat dilakukan dalam waktu 2-3 kali seminggu.

Wanita hamil dan anak berusia dibawah 12 tahun tidak dianjurkan menggunakan alat terapi ion elektrik rendam kaki.

Bagi yang memiliki penyakit jantung tidak diperkenankan menggunakan alat terapi ion elektrik rendam kaki.

Tidak menggunakan alat pemacu jantung ketika sedang menggunakan alat terapi ion elektrik rendam kaki.

Tidak menggunakan aksesori dan perhiasan berbahan logam ketika menggunakan alat terapi ion elektrik rendam kaki, dikarenakan dapat menggangu konsentrasi ion dalam mendetoksifikasi racun dalam tubuh.

Banyak khasiat dan manfaat untuk kesehatan yang di peroleh dari penggunaan ALAT TERAPI ION ELEKTRIK RENDAM KAKI (DETOX), dimana sebuah peluang ini dapat dimanfaatkan untuk membuka sebuah usaha TERAPI ION ELEKTRIK RENDAM KAKI (DETOX) di tempat anda dengan memanfaatkan tempat yang tidak terpakai sebagai langkah usaha awal seperti teras rumah anda atau jika anda sudah berkembang pesat dan kewalahan menangani pasien, anda dapat membuka cabang lainnya demi memperoleh keuntungan maksimal.



Manfaat Ion Negatif 

Comments

Popular Posts